"Sempat dilucuti bajunya," kata Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol AR Yoyol saat ditemui di kantornya, Jl Kramat Raya, Selasa (24/7/2012).
Hingga kini korban masih diperiksa di Polres setempat. Atas kasus ini, polisi melakukan antisipasi dengan terus melakukan operasi Cipta Kondisi di wilayah Jakarta Pusat.
Seorang karyawati nyaris diperkosa di dalam angkot C01 dengan nopol B 1106 VTX di Jl Lapangan Banteng, Sawah Besar, Jakarta Pusat, semalam. Ada anggota TNI yang mendengar teriakan korban sehingga aksi pelaku gagal. Seorang pelaku akhirnya berhasil ditangkap dan diserahkan ke Polres Jakarta Pusat.
Pelaku berinisial T lalu dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Seorang pelaku lainnya telah mengambil telepon seluler milik korban. Empat rekan T buron.
Seorang karyawati berinisial IS, 31 tahun, nyaris menjadi korban perkosaan di dalam angkutan umum tadi malam. Peristiwa itu terjadi di angkot jurusan Ciledug-Senen sekitar pukul 22.00 WIB. Angkot ini memang biasa melayani warga Jakarta saat memasuki tengah malam seiring selesainya tugas angkutan reguler.
IS menceritakan, saat naik, di dalam angkot sudah ada lima orang laki-laki yang seolah tidak kenal satu sama lain. Warga Tanah tinggi, Jakarta Pusat itu naik dari kawasan Bendungan Hilir menuju rumahnya.
Selama perjalanan dari Jalan Sudirman menuju Thamrin tidak ada yang aneh dan mencurigakan. Tetapi begitu angkot melintas di kawasan Senen, Jakarta Pusat para penumpang laki-laki itu mulai menggerayangi tubuh IS.
Saat pelaku mulai
melaksanakan aksi bejatnya, sang sopir langsung mematikan lampu di
dalam angkot agar tidak terlihat para pengendara lain. "Saya dicekik,
lalu ditidurin di bawah angkot itu, mereka langsung mencopoti baju
saja. Saya melawan dan berteriak sepanjang jalan," ujar IS, Selasa 24
Juli 2012.
Tepat di depan Mako
Kostrad, sepasang suami istri yang sedang melewati jalan itu mendengar
teriakan perempuan. Karena penasaran, mereka memacu kendaraannya
mengikuti angkot dengan nomor polisi B 1106 PTX."Suara perempuan itu kedengeran sekali dari luar, berhubung jalanan sepi. Angkutan umum itu langsung ngebut, saya dan suami juga mengejar mobil itu hingga depan Mahkamah Agung," kata saksi mata, Nita.
Setelah dikejar, perempuan yang ada di dalam mobil angkutan umum itu, langsung dibuang di depan Mahkamah Agung, Jalan Medan Merdeka Utara. Dia langsung berinisiatif untuk menghubungi kantor polisi terdekat melaporkan kejadian tersebut.
Tidak lama selang menghubungi polisi, sebuah mobil polisi datang untuk menjemput IS. Dia akhirnya dibawa ke pospol Thamrin untuk diminta keterangan. "Perempuan itu akhirnya dibawa lagi ke Polres Jakarta Pusat untuk membuat laporan," kata Nita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar